Friday, May 3, 2019

Sekilas Tentang Kabupaten Lebong

Ilustrasi masjid agung lebong

Lebong adalah salah satu kabupaten di provinsi bengkulu yang memiliki panorama keindahan alam yang eksotik, dan berbagai tempat wisata alam yang tersembunyi dan mungkin belum ter ekspos ke publik. Secara geografis Kabupaten lebong terletak di bagian utara provinsi bengkulu yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Selatan dan provinsi Jambi.

Sekilas tentang kabupaten lebong


Sejak indonesia memperoleh kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, wilayah lebong pada saat itu masih berstatus kecamatan dan termasuk ke dalam wilayah Rejang Lebong.
Lebong resmi memekarkan diri menjadi kabupaten yang baru pada tanggal 7 Januari 2004 berdasarkan UUD No. 39 Tahun 2003 tentang pembentukan kabupaten lebong dan Kabupaten Kepahiang

Histori


Berdasarkan informasi yang didapat dari portal online penerintah Kabupaten Rejang Lebong bahwa histori dan asal usul suku rejang sangat tidak memungkinkan untuk diriwayatkan secara fakta, Karena ketidak tahuan generasi masa lalu yang tidak meriwayatkan sejarah baik secara tertulis maupun peninggalan seperti artefak yang bisa dijadikan bukti. 



Namun untuk sejarah menurut sumber dari : 



John Marsden, Residen Inggris yang pernah menduduki wilayah Lais (1775-1779), memberikan keterangan tentang adanya empat Petulai Rejang, yaitu Joorcalang (Jurukalang), Beremanni (Bermani), Selopo (selupu) dan Toobye (Tubay). 



J.L.M Swaab, Kontrolir Belanda di Lais (1910-1915) mengatakan bahwa jika Lebong di anggap sebagai tempat asal usul bangsa Rejang, maka Merigi harus berasal dari Lebong. Karena orang-orang merigi memang berasal dari wilayah Lebong, karena orang-orang Merigi di wilayah Rejang (Marga Merigi di Rejang) sebagai penghuni berasal dari Lebong, juga adanya larangan menari antara Bujang dan Gadis di waktu Kejai karena mereka berasal dari satu keturunan yaitu Petulai Tubei. 



Dr. J.W Van Royen dalam laporannya mengenai Adat-Federatie in de Residentie's Bengkoelen en Palembang pada pasal bengsa Rejang mengatakan bahwa sebagai kesatuan Rejang yang paling murni dengan marga-marga yang didiami hanya oleh orang-orang dari satu Bang dan harus diakui yaitu Rejang Lebong. 



Pada mulanya suku bangsa Rejang dalam kelompok-kelompok kecil hidup mengembara di daerah Lebong yang luas, mereka hidup dari hasil-hasil hutan dan sungai. Pada masa ini suku bangsa Rejang hidup nomaden(berpindah-pindah) dalam tatanan sejarah juga pada masa ini disebut dengan meduro kelam (jahiliyah), di mana masyarakatnya sangat mengantungkan hidupnya dengan sumber daya alam dan lingkungan yang tersedia. 



Barulah pada zaman Ajai mereka mulai hidup menetap terutama di lembah-lembah sepanjang sungai Ketahun, pada zaman ini suku bangsa Rejang sudah mengenai budidaya pertanian sederhadan serta pranata sosial dalam mengatur proses ruang pemerintahan adat bagi warga komunitasnya. Menurut riwayat yang tidak tertulis suku bangsa Rejang berasal dari Empat Petulai dan tiap-tiap Petulai di Pimpin oleh seorang Ajai. Ajai ini berasal dari Kata Majai yang mempunyai arti pemimpin suatu kumpulan masyarakat. 



Dalam zaman Ajai ini daerah Lebong yang sekarang masih bernama Renah Sekalawi atau Pinang Belapis atau sering juga di sebut sebagai Kutai Belek Tebo. Pada masa Ajai masyarakat yang bekumpul sudah mulai menetap dan merupakan suatu masyarakat yang komunal di dalam sisi sosial dan kehidupannya sistem Pemerinatahan komunial ini di sebut dengan Kutai. Keadaan ini ditunjukkan dengan adanya kesepakatan antara masyarakat tersebut terhadap hak kepemilikan secara komunal. Semua ketentuan dan praktik terhadap hak dan kepemilikan segala sesuatu. 



Dari referensi yang berhasil dihimpun maka ajai merupakan kelompok masyarakat yang terdiri bari beberapa kategori ajai, kategori ajai tersebut merupakan satu komunitas yang hidup di beberapa lokasi atau tempat sebagai berikut: 



Ajai Bintang memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Pelabai suatu tempat yang berada di Marga Suku IX Lebong 



Ajai Begelan Mato memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Kutai Belek Tebo suatu tempat yang berada di Marga Suku VIII, Lebong 



Ajai Siang memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Siang Lekat suatu tempat yang berada di Jurukalang yang sekarang. 





- Ajai Malang memimpin sekumpulan manusia yang menetap di Bandar Agung/Atas Tebing yang termasuk kedalam wilayah Marga Suku IX sekarang. 

- Pada masa kepimpinan Ajai inilah datang ke Renah Sekalawi empat orang Biku/Biksu masyarakat adat Rejang menyebutnya Bikau yaitu Bikau Sepanjang Jiwo, Bikau Bembo, Bikau Pejenggo dan Bikau Bermano. Dari beberapa pendapat menyatakan bahwa para Bikau ini berasal dari Kerajaan Majapahit namun beberapa tokoh yang ada di Lebong berpendapat tidak semua Bikau ini bersal dari Majapahit.D 

ari perjalan proses Bikau ini merupakan utusan dari golongan paderi Budha untuk mengembangkan pengaruh kebesaran Kerajaan Majapahit, dengan cara yang lebih elegan dan dengan jalan yang lebih arif serta mementingkan kepedulian sosial dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya lokal. 



Tercatat nama raja-raja yang pernah berjaya ditanah renah sekalawi pada saat itu antara lain 



Rajo Mudo gelar Rajo Megat Sutan Saktai Rajo Jonggor 

Raja Jang Tiang Pat Petuloi ke I, 

Raja Sutan Sarduni gelar Rio Mawang 

Raja Tiang Pat Petuloi ke II, 

Raja Ki Karang Nio gelar Sultan Abdullah Hepnulillah 

Raja Jang Tiang Pat ke III, 

Raja Ki Pandan gelar Rajo Girang raja Tiang Pat ke IV (suku IX), 

Raja Setio Merah Depati raja suku VIII. 

Silahkan berkomentar, komentar yang relevan itu mencerminkan karakter asli anda
EmoticonEmoticon