Memaknai Hakikat Sholat, Wajib Baca Yang Merasa Islam

Shalat merupakan rukun islam yang ke dua setelah kalimat syahadat . Ibadah shalat yang kita lakukan selama ini adalah semata mata karena Allah, sebagai bentuk ketaatan sekaligus rasa syukur akan agung nya sang pencipta.



Namun shalat bukan sekedar melaksanakan kewajiban saja, sebagian orang memaknai shalat itu sebagai beban dan ada juga yang melaksanakan shalat asal sah asal derrr derrr selesai.

Kalau secara pandangan manusia mungkin shalat seperti itu mutlak sah, namun apakah Tuhan akan menerima ? pikir saja sendiri pasti tau.

Shalat itu sejatinya pencucian diri dari kotoran dosa sehingga dengan shalat itu terbuka lah cahaya hikmah yang menyebabkan jiwa nya tentram dan damai. Karena cahaya hikmah itu datang nya dari Tuhan maka dengan shalat nya itu ia seakan mersakan kehadiran Tuhan dalam hatinya.

Jadi, apa yang menyebabkan shalat tidak khusyuk ?
hal pertama karena hati kita masih dipenuhi dengan penyakit hati. penyakit hati itu beragam macam bentuknya, iri dengki, hasad, gibah, pamer, dan sebagainya itu termasuk penyakit hati. jadi, bersihkan lah hati terlebih dahulu dengan dzikir. kemana pun kaki melangkah apakah itu pergi ke sekolah, ke pasar, ke kantor, kemanapun sebutlah nama Allah...Allah...Allah sebanyaka banyak nya dalam hati. Maka kotoran kotoran tersebut akan hilang.

Berikut ini adalah empat tingkatan shalat yang perlu untuk diketahui bagi setiap muslim.

1. As Sholah maal ghoflah

Apa itu as sholah maal ghoflah ?

as sholah maal ghoflah adalah melaksanakan shalat namun hatinya lupa Allah, mengerjakan shalat sekedar melunturkan kewajiban.

contoh : selepas niat shalat diucapkan dan takbir Allahu Akbar.. hatinya pun tidak fokus mengingat Allah, yang di ingat adalah pakaian nya yang dijemur di belakang sudah di angkat apa belum. dan terus berlanjut memikirkan yang lain sampai shalat berakhir.

Shalat seperti ini kelihatanya mutlak secara awam, namun tahukah ? shalat yang demikian sama saja seperti shalat jasad. mengapa shalat jasad, karena hatinya tidak ingat Allah sama sekali.

2. As Sholah maal yaqdho

As sholah maal yaqdho ialah shalat kadang ingat Allah kadang ingat selain Allah. shalat yang model nya seperti ini sama hal nya dengan mutlaquss sholah (shalat yang mutlaq) contoh : ketika shalat berlangsung dan sedang khusyuk nya membaca Al Fatihah , ia ingat akan skripsi nya yang belum di acc, kemudian terus belanjut, ingat akan konci motor nya yang ketinggalan di luar rumah, kemudian ingat Allah sehingga pemikiran dan hatinya menjadi campur aduk silih berganti dan terus berlanjut sampai selesai shalat.

3. As sholah maal khudur

Yaitu sholat yang disertai dengan hadirnya Allah, seseorang yang telah mencapai tingkatan ini
akan merasakan nikmat nya beribadah karena hatinya fokus mengingat Allah dan sehigga menyebabkan dia tidak ingat apa apa melainkan Allah didalam hatinya.

4. As sholatu ghoibah

adapun yang tingkat yang ke empat adalah as sholatu ghoibah. yang mana pada tingkatan ini seseorang akan hilang /lenyap raganya ketika takbir terucap Allahu akbar.

Diriwayatkan dari Abu Yazid Al Busthomi seorang sufi tingkat tinggi yang sangat alim di masa para sahabat: Abu Yazid al Busthomi melaksanakan shalat ba'da isya. tatkala pada saat itu murid nya Abu Yazid menunggu beliau diluar masjid, namun setelah ditunggu tunggu Abu Yazid belum pula selesai mengerjakan shalat. merasa penasaran, murid nya Abu Yazid pun mengintip dari luar, namun Abu Yazid masih berdiri dengan mata terbuka lebar dan kaki nya jinjit.

Sampailah pada tengah malam, Abu Yazib masih belum juga mendapatkan rakaat pertama. murid Abu Yazid ini pun keheranan, bertanya pada seorang teman nya. "sebenarnya guru kita ini melakukan shalat apa ? dari selepas shalat isya hingga melaksanakan shalat rawatib kok belum selesai selesai padahal sudah tengah malam." lalu teman nya tadi menjawab, kita tunggu sampai dia selesai.

Hingga menjelang subuh, Abu Yazid baru mendapatkan rakaat pertama, dan semenit subuh, selesai lah rakaat kedua sampai salam.

Setelah shalat subuh berjamaah, bertanyalah murid nya tadi kepada Abu Yazid .

"guru.. saya perhatikan dari selesai shalat isya, guru berdiri shalat sangat lama sekali sampai menjelang subuh, shalat apakah yang guru lakukan "? lantas Abu Yazid menjawab : perasaan saya tadi itu tidak melakukan shalat sama sekali, namun ketika saya niat shalat ba'da isya lalu takbir, jiwa saya serasa ditarik dan dibawa ke tujuh lapis langit. Begitu indah saya melihat panorama keindahan langit, dari langit pertama hingga langit kedua, ketiga, hingga langit ketujuh saya begitu tertegun akan keindahanya, suatu pemandangan yang tidak pernah saya lihat seumur hidup. dan saat itu aku dihadapkan di arsy Allah. kemudian Allah bertanya padaku " bagaimana hai Yazid, langit yang engkau lihat barusan ? kemudian saya jawab : sangat indah Ya Allah, sungguh tidak pernah saya melihat ini seumur hidup saya Maha Agung Engkau Ya Allah.

Demikianlah As asholah ghoibah . tingkatan shalat yang paling tinggi. tidak semua orang dapat mengalaminya, kecuali mereka mereka yang selalu membersihkan hati Karena Allah, dan melaksankan shalat ikhlas karena Allah.

Pada tingkatan manakah shalat anda saat ini ? siahkan komentar di bawah


Disclaimer : sumber dari artikel ini dari pegajian perahu kanjeng narasumber Gus Imm dengan bahasa penulisan sendiri

0 Response to "Memaknai Hakikat Sholat, Wajib Baca Yang Merasa Islam"

Post a Comment

Silahkan berkomentar, komentar yang relevan itu mencerminkan karakter asli anda